Penilaian Mandiri Code of Conduct(https://cocfintech.id/)

FAQ(https://fintech.id/id/faq) English Bahasa Indonesia Masuk(https://member.fintech.id)

Profil(https://fintech.id/id/profile)Advokasi Kebijakan(https://fintech.id/id/policy-advocacy) Komunitas

Pendidikan & Literasi Pusat Pengetahuan(https://fintech.id/id/knowledge-hub)Cekfintech(https://cek.fintech.id/en) AFTECH Academy

Kembali

Cari

Menu

Profil

Advokasi Kebijakan

Komunitas

Pendidikan & Literasi

Pusat Pengetahuan

Cekfintech

AFTECH Academy

English Bahasa Indonesia Masuk

Berita Terbaru(https://fintech.id/id/education-and-literacy/latest-news) Dari Interoperabilitas Pembayaran Menuju Interoperabilitas Kepercayaan: Perspektif AFTECH di FinTechON 2026 & AFA Summit

Kabar Terbaru Rabu, 02 September 2026

Taipei, Taiwan — Perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia semakin menunjukkan bahwa konektivitas keuangan tidak lagi hanya berbicara tentang bagaimana transaksi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Seiring meningkatnya aktivitas digital lintas negara, tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem di mana kepercayaan juga dapat bekerja melampaui batas yurisdiksi.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pesan yang dibawa Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) dalam FinTechON 2026 & AFA Summit di Taipei, Taiwan. AFTECH diwakili oleh Wakil Ketua Umum I AFTECH, Marshall Pribadi , yang berbagi perspektif Indonesia mengenai bagaimana inovasi fintech dapat berkembang dari skala domestik menuju kolaborasi yang lebih luas di tingkat regional.

Partisipasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya AFTECH untuk memperkuat konektivitas industri fintech Indonesia dengan ekosistem regional serta mendorong pertukaran perspektif mengenai masa depan layanan keuangan digital yang semakin terintegrasi.

QRIS dan Pembelajaran dari Interoperabilitas Pembayaran

Salah satu perkembangan penting dalam transformasi sistem pembayaran Indonesia adalah hadirnya Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) . Perkembangan QRIS menunjukkan bahwa perluasan ekosistem pembayaran digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan standar bersama yang memungkinkan berbagai pelaku dalam ekosistem untuk saling terhubung.

Interoperabilitas menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan tersebut. Dengan standar yang dapat digunakan secara luas, konsumen dan pelaku usaha dapat memperoleh pengalaman pembayaran yang semakin sederhana, sementara penyedia layanan dapat beroperasi dalam ekosistem yang lebih terintegrasi.

Perkembangan pembayaran lintas negara kemudian membawa prinsip tersebut ke tingkat yang lebih luas. Ketika sistem pembayaran dari berbagai negara semakin terkoneksi, interoperabilitas membuka peluang untuk meningkatkan kemudahan transaksi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi regional.

Namun, konektivitas pembayaran baru merupakan salah satu bagian dari perjalanan menuju ekosistem keuangan digital regional yang benar-benar terhubung.

Tantangan Berikutnya: Interoperabilitas Digital Trust

Ketika transaksi dapat bergerak semakin mudah melintasi batas negara, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah kepercayaan digital juga dapat bergerak dengan cara yang sama?

Setiap transaksi dan layanan keuangan digital membutuhkan fondasi kepercayaan, mulai dari bagaimana identitas seseorang diverifikasi, bagaimana penyedia layanan mengenali penggunanya, hingga bagaimana persetujuan dan dokumen elektronik dapat dianggap sah dan terpercaya.

Dalam konteks lintas negara, tantangannya menjadi semakin kompleks. Masing-masing yurisdiksi memiliki kerangka regulasi, standar identitas digital, mekanisme electronic Know Your Customer (e-KYC), hingga ketentuan mengenai tanda tangan elektronik yang dapat berbeda.

Karena itu, perkembangan konektivitas keuangan regional perlu bergerak lebih jauh dari sekadar interoperabilitas pembayaran menuju interoperabilitas kepercayaan .

Artinya, ekosistem tidak hanya membutuhkan sistem yang dapat saling terhubung secara teknis, tetapi juga kerangka yang memungkinkan proses verifikasi dan kepercayaan digital dari satu yurisdiksi dapat dikenali dan diterima oleh yurisdiksi lainnya.

Mutual Recognition sebagai Fondasi Kolaborasi Regional

AFTECH memandang bahwa penguatan mutual recognition untuk e-KYC dan tanda tangan elektronik dapat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem keuangan digital regional yang lebih terintegrasi.

Mutual recognition tidak harus berarti seluruh negara menggunakan sistem atau regulasi yang identik. Sebaliknya, yang diperlukan adalah adanya standar dan prinsip yang dapat saling dikenali, disertai mekanisme tata kelola serta pembagian tanggung jawab yang jelas.

Pendekatan tersebut dapat membuka ruang yang lebih besar bagi penyedia layanan keuangan digital untuk membangun layanan lintas negara secara lebih efisien, sekaligus tetap memperhatikan aspek keamanan, kepatuhan, perlindungan konsumen, dan integritas sistem keuangan.

Bagi industri fintech, interoperabilitas digital trust juga dapat menjadi salah satu fondasi untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi regional di masa depan.